Skip to main content

Resensi Film "Hachiko A Dog's Story"

#Latepost

Hachiko : Kisah Setia Seekor Anjing pada Tuannya

Hachiko: A Dog's Story Movie Poster 
Image source : http://www.impawards.com

Pada suatu ketika, seorang dosen sebuah universitas yang bernama Mr.Parker menemukan seekor anak anjing di pinggir rel kereta api stasiun Bedridge. Ketika itu ia sedang menelepon dan tiba-tiba seekor anak anjing kecil yang lucu menghampirinya dan berhenti di hadapannya. Ia menatap anak anjing itu, lalu ia merangkulnya dan memutuskan untuk menitipkannya kepada salah seorang petugas karcis di stasiun tersebut. Namun petugas karcis tersebut menolaknya. Akhirnya anak anjing itu terpaksa dibawa pulang oleh Mr. Parker.
Setibanya di rumah, Mr. Parker masuk ke rumahnya dengan mengendap-endap karena takut diketahui oleh istrinya Mrs. Parker. Lalu ia menaruh anak anjing itu di sebuah ruangan. Ketika ia menutup pintu ruangan itu, ia agak sedikit terkejut karena istrinya tiba-tiba datang memberinya kejutan. Lalu mereka pergi ke kamar mereka. Anak anjing tersebut kelihatan tidak nyaman dengan ruangan tersebut. Ia mencari pintu keluar dan akhirnya bisa keluar. Lalu anak anjing itu menaiki tangga dan sampai di sebuah kamar yang ternyata merupakan kamar Mr. Parker dan istrinya. Ketika itu, Mr. Parker dan istrinya sedang bermesraan di tempat tidur. Tiba-tiba Mrs. Parker terkejut karena anak anjing itu menjilati kakinya. Ia langsung memarahi Mr. Parker dan menolak keberadaan anak anjing tersebut di rumahnya. Karena tidak mau istrinya marah, maka pada malam hari itu juga Mr. Parker langsung menaruh anak anjing tersebut di gudang rumahnya dan membuatkannya sebuah tempat tidur dari kotak bekas.
Keesokan harinya, Mrs. Parker membuat selebaran yang mengenai anak anjing itu. Selanjutnya, Mr. Parker membawa anak anjing itu ke tempat penangkaran anjing liar. Ternyata di tempat penangkaran anjing, anak anjing itu ditolak dengan alasan masih terlalu kecil. Lalu ia menyebarkan selebaran-selebaran yang telah dibuat oleh istrinya itu dan selanjutnya mengajak anak anjing itu ke kampus tempat ia mengajar. Ketika Mr. Parker sedang mengajar, tiba-tiba anak anjing itu keluar dari tas yang digunakan untuk menempatkannya dan malah bermain-main di sekitar mahasiswa yang sedang diajar oleh Mr. Parker.
Setelah itu, Mr. Parker mengajak anak anjing itu bertemu dengan temannya Ken yang merupakan orang Jepang. Ken mengatakan bahwa anjing itu adalah anjing jenis Akita. Dan mengatakan bahwa namanya adalah Hachi, sesuai dengan kaligrafi Jepang yang terdapat pada liontin ikat leher anak anjing tersebut. Semenjak itulah, Mr. Parker memanggil anak anjing itu dengan nama Hachi. Setibanya di rumah, Mr. Parker langsung bermain dengan Hachi. Namun, ketika Mr. Parker sedang berbicara dengan istrinya, terdengar suara seperti ada barang yang jatuh. Lalu mereka melihat suatu ruangan, dan ditemukannya Hachi merusak barang milik Mrs. Parker. Lalu Mrs. Parker terlihat sangat marah dan kemudian Mr. Parker membawa Hachi ke kandangnya yang terletak di gudang.
Pada malam harinya, karena cuaca sedang hujan deras Mr. Parker mengajak Hachi ke dalam rumah. Di dalam rumah, Mr. Parker mencari informasi tentang anjing jenis Akita dari internet sambil menggendong Hachi. Setelah mendapat informasi, Mr. Parker hendak menaruh Hachi di sebuah ruangan namun ia merasa kasihan dan memutuskan untuk menemani Hachi. Mr. Parker dan Hachi menonton pertandingan baseball sambil menyantap pop corn. Tiba-tiba Mrs. Parker terbangun dari tidurnya dan tersadar bahwa Mr. Parker tidak ada disampingnya. Lalu ia mencari Mr. Parker dan menemukannya sedang tertidur di sofa bersama Hachi. Kemudian Mrs. Parker membangunkan suaminya dan mereka meninggalkan Hachi di ruangan itu.
Keesokan harinya Mr. Parker mengajak Hachi bermain bola. Lalu tiba-tiba Mrs. Parker menerima telepon bahwa ada yang tertarik dengan Hachi sesuai dengan selebaran yang telah dibuat oleh Mrs. Parker. Ketika Mrs. Parker melihat suaminya sedang asyik bermain dan terlihat sangat akrab dengan Hachi, ia langsung menolak tawaran dari penelepon tersebut.
Beberapa tahun kemudian, Hachi sudah tumbuh menjadi anjing dewasa. Di suatu pagi, Mr. Parker sedang mengambil surat kabar di depan rumahnya dan tiba-tiba saja Hachi datang menghampirinya dan seolah-olah ingin bermain dengan Mr. Parker. Sesaat kemudian, Mr. Parker pergi ke stasiun kereta api Bedridge untuk berangkat kerja, dan Hachi ingin ikut dengannya, tetapi Mr. Parker melarangnya. Hachi lalu mencari cara untuk bisa mengikuti Mr. Parker. Ia lalu berlari ke belakang rumah dan menggali sebuah lubang di bawah pagar sehingga ia bisa keluar rumah melalui lubang tersebut. Ketika Mr. Parker sudah duduk di dalam kereta, ia melihat Hachi terlihat kebingungan di pinggir rel kereta tersebut. Lalu ia keluar kereta dan menghampiri Hachi. Ia menyuruh Hachi untuk pulang, namun Hachi tidak mau. Kemudiaan Mr. Parker memutuskan untuk mengantar Hachi pulang. Sesampainya dirumah, Mr. Parker langsung mengubur lubang yang dibuat oleh Hachi. Mrs. Parker melihat suaminya sedang mengubur lubang yang dibuat oleh Hachi. Ia menyuruh suaminya untuk berangkat kerja dan melanjutkan untuk mengubur lubang tersebut sambil membersihkan kebun di halaman rumahnya.
Saat sore hari tepatnya saat waktu kepulangan Mr. Parker dari bekerja, Hachi langsung melompati pagar rumah dan pergi ke stasiun Bedridge untuk mencari Mr. Parker. Sesampainya di stasiun, Hachi terlihat kebingungan dan ia memutuskan untuk menunggu di sebuah taman di depan pintu stasiun. Ketika melihat Mr. Parker keluar dari pintu stasiun, Hachi langsung menghampiri Mr. Parker dan Mr. Parker terkejut melihat kedatangan Hachi dan ia langsung memeluknya.
Suatu ketika, Mr. Parker pergi ke stasiun untuk berangkat berkerja, dan Hachi ingin ikut, tetapi Mr. Parker melarangnya. Namun, ketika dilarang Hachi menatap tuannya itu seolah-olah ia sangat ingin untuk ikut mengantarkan tuannya itu ke stasiun. Akhirnya Mr. Parker mengizinkan Hachi untuk ikut bersamanya. Ketika sampai di stasiun, Mr. Parker langsung menyuruh Hachi untuk pulang dan ternyata Hachi menuruti perintah tuannya. Ketika waktu kepulangan Mr. Parker tiba, tepatnya saat-saat kedatangan kereta yang ditumpangi Mr. Parker di stasiun Bedridge, Mr. Parker melihat Hachi telah menunggunya di luar stasiun. Dan ketika Mr. Parker keluar dari pintu stasiun, Hachi langsung berlari dan berlaku seolah-olah memeluk Mr. Parker. Sejak saat itulah, Hachi selalu mengantar Mr. Parker ke stasiun untuk bekerja dan menjemputnya di stasiun Bedridge.
Pada suatu hari, Mr. Parker tidak melihat Hachi di stasiun saat kepulangannya dari bekerja. Lalu ia mencari-cari Hachi. Akhirnya ia menemukan Hachi di kandangnya. Kaetika itu Hachi sedang menggonggong karena ada binatang yang menghalanginya untuk keluar dari kandangnya. Lalu Mr. Parker berusaha untuk menyingkirkan binatang itu dengan sapu dan menutupnya dengan kardus. Akhirnya Hachi bisa keluar dari kandangnya.
Hingga pada suatu hari, Hachi tidak mau mengantar Mr. Parker ke stasiun. Dan Mr. Parker pergi ke stasiun sendirian. Namun, ternyata Hachi mengikutinya dari belakang sambil membawa bola kecil yang pernah dipakainya untuk bermain bersama Mr. Parker. Sesampainya di stasiun Hachi langsung menghampiri Mr. Parker ketika tuannya itu hendak masuk ke dalam stasiun. Mr. Parker lalu memeluknya dan melihat Hachi membawa bola kecil itu, ia teringat bahwa dulu saat Hachi masih kecil, ia pernah mengajarkannya untuk mengambil bola dan membawanya. Lalu ia mencoba hal itu lagi, dan Hachi pun mau mengambil bola yang dilempar Mr. Parker dan membawanya kembali kepada Mr. Parker. Ketika saatnya Mr. Parker berangkat, Hachi tidak mau pulang. Hachi malah bertingkah aneh, seolah-olah ia tidak mau lepas dari Mr. Parker. Mr. Parker pun mengahmpirinya kembali dan memeluknya. Namun Hachi tetap saja tidak mau pulang. Dan akhirnya Mr. Parker meninggalkannya. Ketika kereta yang ditumpangi Mr. Parker mulai pergi meninggalkan stasiun, terlihat Hachi di pinggir rel kereta sambil menatapi kereta itu. Ia kelihatan sedih.
Ketika Mr. Parker mengajar, ia tiba-tiba ia terkena serangan jantung. Lalu para mahasiswa memberikan pertolongan. Dan ternyata saat itu juga Mr. Parker dinyatakan telah meninggal dunia. Padahal Hachi sudah menunggu kedatangan Mr. Parker di stasiun. Ketika ia menunggu, banyak orang yang menyapanya. Hingga malam hari-pun ia tetap menunggu tuannya itu. Hingga akhirnya, ia dijemput oleh Michael (suami Andy). Ketika di rumah, Hachi melihat keluar dari kandangnya, ia masih terlihat sedih.
Dan keesokan harinya Andy, anak perempuan Mr. Parker (Istri Michael) menengok Hachi di kandangnya. Andy terlihat menangis saat berbicara kepada Hachi. Hari itu merupakan hari pemakaman Mr. Parker. Namun tetap saja, saat jam-jam kedatangan Mr. Parker Hachi pergi ke stasiun Bedridge untuk menunggu kedatangan Mr. Parker.
Pasca suaminya meninggal, Mrs. Parker memutuskan untuk meninggalkan Bedrige dan menitipkan Hachi kepada Andy. Walaupun Mrs. Parker merasa berat untuk meninggalkan rumah yang telah memberinya banyak kenangan bersama Mr. Parker dan keluarganya itu, ia tetap memilih untuk pergi. Hachi kemudian dipelihara oleh Andy bersama suaminya. Namun, suatu hari Hachi kabur dari rumah. Ia pergi menyusuri rel kereta untuk menunggu dan menjemput Mr. Parker di stasiun Bedridge. Ketika sampai di daerah rumah keluarga Parker yang dulu, Hachi sempat datang ke rumah keluarga Mr. Parker yang dulu tersebut dan melihat orang-orang yang tak dikenalnya sedang berada di rumah tersebut. Lalu ia berlari pergi ke stasiun Bedridge. Sesampainya di stasiun, ia langsung menunggu di tempat biasanya ia menunggu Mr. Parker. Semua orang di sekitar stasiun tampak heran melihat kedatangan Hachi. Dan salah seorang pedagang burger dan kopi memberinya sedikit makanan. Tiba-tiba saja Andy dan Michael datang untuk menjemput Hachi.
Beberapa hari kemudian, saat Andy sedang memberi makan Hachi, Hachi tidak mau memakannya dan malah berjalan menuju pintu rumah seolah-olah ia ingin keluar. Walau awalnya Andy melarang Hachi untuk keluar rumah, akhirnya dengan berat hati Andy melepas Hachi dan Hachi langsung pergi begitu saja. Ternyata Hachi pergi ke stasiun Bedridge dengan tujuan untuk menunggu Mr. Parker datang. Kali ini Andy tidak menjemput Hachi lagi. Setiap hari Hachi selalu menunggu kedatangan Mr. Parker. Waktunya dihabiskan hanya untuk menuggu kedatangan Mr. Parker. Setiap ada suara kereta datang, ia selalu siap menunggu kedatangan Mr. Parker di sebuah sudut luar stasiun Bedridge, tempat biasa ia menunggu Mr. Parker.
Pada suatu ketika ada seorang penulis yang menawarkan kepada petugas karcis di stasiun Bedridge untuk membuat cerita tentang kesetiaan Hachi yang akan dimuat di surat kabar. Sejak saat itulah Hachi mulai dikenal banyak orang dengan kisahnya yang menyentuh. Saat kisahnya itu diketahui banyak orang, Hachi selalu disapa layaknya manusia oleh setiap orang yang melintas di hadapannya ketika sedang menunggu di stasiun. Dan berita tentang kisah Hachi sampailah ke telinga Ken, teman Mr. Parker. Selanjutnya Ken menemui Hachi di stasiun tersebut. Ketika ia sedang menemui Hachi, Ken berbicara kepada Hachi menggunakan bahasa Jepang. Tampak Hachi mengerti apa yang sedang dikatakan oleh orang Jepang itu kepadanya. Setelah itu, dengan rasa setianya kepada Mr. Parker Hachi selalu menunggu kedatangan tuannya tersebut. Bahkan Hachi tetap menunggu betahun-tahun hingga bulunya tampak kusam dan tubuhnya lapuk dimakan usia.
Pada suatu hari, Mrs. Parker datang kembali ke daerah diamana ia dulu tinggal bersama almarhum suaminya. Ia melihat-lihat rumahnya yang dulu serta berziarah ke makam Mr. Parker. Ketika ia sedang berziarah, ia bertemu dengan Ken. Mereka memutuskan untuk pergi ke stasiun Bedridge. Ketika melewati stasiun Bedridge, tiba-tiba saja Mrs. Parker melihat Hachi. Ia terlihat tidak percaya bahwa itu adalah Hachi. Lalu ia menghampirinya dan ternyata benar itu adalah Hachi, kemudian ia memeluknya. Mrs. Parker terlihat sangat sedih dan terharu saat itu. Namun kemudian Mrs. Parker pergi tanpa mengajak Hachi. Ia pergi ke rumah anaknya, Andy.
Pada suatu malam, ketika Hachi sedang tidur sambil menunggu Mr. Parker di stasiun, ia bermimpi tentang masa-masa ketika Hachi bersama dengan Mr. Parker. Dan akhirnya pada saat itu juga Hachi meninggal.


********THE END*******


Nilai moral yang dapat kita petik dari Film “Hachiko A Dog’s Story” adalah :
Kesetiaan dan rasa cinta yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup merupakan salah satu bagian dari nilai-nilai kehidupan yang dapat membentuk hubungan yang baik terhadap  sesama makhluk hidup. Sekarang tinggal bagaimana masing-masing makhluk hidup memahami dan menerapkan nilai kesetiaan dan rasa cinta tersebut dalam kehidupan nyata. Jika setiap makhluk hidup diliputi oleh rasa setia dan cinta baik terhadap sesama maupun terhadap lingkungan, maka dalam kehidupannya tidak akan ada kata permusuhan. Begitu pula sebaliknya.


Movie Info
Hachi: A Dog's Tale is a 2009 drama film based on the true story of a faithful Akita Inu, the titular Hachikō. It is a remake of the 1987 film Hachi-kō.
Initial release: July 8, 2009 (Tokyo)
Director: Lasse Hallström
MPAA rating: G
Music composed by: Jan A. P. Kaczmarek
Producers: Richard Gere, Shin Torisawa, Bill Johnson, Vicki Shigekuni Wong
Cast :
  • Richard Gere - Parker Wilson
  • Joan Allen - Cate Wilson
  • Sarah Roemer - Andy
  • Jason Alexander - Carl
  • Cary‑Hiroyuki Tagawa - Ken

Popular posts from this blog

Interprofessional Education (IPE) dan Praktek Kolaborasi dalam Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan di Indonesia

Made Rai Dwitya Wiradiputra, Jurusan Farmasi FMIPA Universitas Udayana
Sistem Kesehatan Nasional (SKN) telah merumuskan salah satu tujuan pembangunan nasional yaitu tercapainya kemampuan hidup sehat.Sistem Kesehatan Nasional (SKN) 2009 yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia sebagai penyempurnaan dari SKN sebelumnya merupakan bentuk dan cara penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah bersama seluruh elemen bangsa dalam rangka untuk meningkatkan tercapainya pembangunan kesehatan dalam mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Derajat kesehatan masyarakat merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan nasional. Derajat kesehatan masyarakat adalah gambaran kemampuan kinerja petugas kesehatan untuk mencapai indikator kesehatan, antara lain umur harapan hidup, angka kematian, dan status gizi. Salah satu faktor pendukung dalam penyediaan pelayanan kesehatan yang berkualitas yaitu sumber daya kesehatan, yang diharapkan dapat…

Perbedaan dan Hubungan Biosintesis Terpenoid Jalur Mevalonat (MVA) dan Non- Mevalonat (MEP)

Review JurnalOleh : Made Rai Dwitya Wiradiputra & I Gusti Ayu Nyoman Suastini(2013)Image source : http://plantphys.net
Semua terpenoid dihasilkan melalui biosintesis dua prekursor universal C5 yaitu IPP dan isomernya DMAPP. Terpenoid dibedakan menjadi beberapa kelompok berdasarkan jumlah unit C5 yang menyusunnya. Terdapat dua jalur biosintesis terpenoid berdasarkan pembentukan prekursor C5 IPP dan DMAPP yaitu jalur asam mevalonat dan non mevalonat.

SWAMEDIKASI TERAPI ANTITUSIF, EKSPEKTORAN, DAN MUKOLITIK

Halo kawan, tulisan saya ini bertujuan untuk memberikan informasi swamedikasi dengan pengobatan antitusif, ekspektoran, dan mukolitik. Selamat membaca J

Sebelumnya mungkin akan ada pertanyaan, swamedikasi itu apa sih? Swamedikasi adalah istilah lain dari pengobatan sendiri, yaitu suatuperawatan sendiri oleh masyarakatterhadap penyakit atau gejala yang umumdiderita, dengan menggunakan obat-obatan yang dijual bebas di pasaranatau obat keras yang bisa didapattanpa resep dokter dan diserahkanoleh Apoteker di apotek. Wah maksudnya bagaimana? Oke jadi intinya pengobatan sendiri itu adalah tindakan peerawatan terhadap suatu kondisi atau gejala penyakit yang dilakukan secara mandiri oleh seseorang dengan obat-obat yang dapat diperoleh di apotek tanpa resep dokter. Walaupun dilakukan secara mandiri, kita hendaknya memperoleh informasi yang benar dari tenaga kesehatan untuk melakukan swamedikasi ya kawan. Salah satu tenaga kesehatan terdekat yang bisa kita tanyakan untuk melakukan swamedikasi ada…