Skip to main content

Posts

Showing posts from 2016

Apa itu Anemia Pada Kehamilan dan Apa Penyebabnya?

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan terkait dengan kejadiannya yang tinggi dan komplikasi yang dapat timbul baik pada ibu maupun pada janin. Di dunia 34 % ibu hamil dengan anemia dimana 75 % berada di negara sedang berkembang (WHO, 2005 dalam Syafa, 2010). Di Indonesia, 63,5 % ibu hamil dengan anema (Saifudin, 2006), di Bali 46, 2 % ibu hamil dengan anemia (Ani dkk., 2007), dan di RSUD Wangaya Kota Denpasar 25, 6 % ibu hamil aterm dengan anemia (CM RSUD Wangaya, 2010). Ibu hamil dengan anemia sebagian besar sekitar 62,3 % berupa anemia defisiensi besi (ADB) (Wiknjosastro, 2005).

Apa itu Anemia? Anemia adalah kondisi dimana sel darah merah menurun atau menurunnya hemoglobin, sehingga kapasitas daya angkut oksigen untuk kebutuhan organ-organ vital pada ibu dan janin menjadi berkurang(Varney, 2006 ).Berdasarkan penyebabnya, anemia dibedakan menjadi 4 jenis anemia, yaitu: -Anemia defisiensi zat besi adalah anemia yang disebabkan karena kurang masuknya unsur zat besi dalam makan…

Yuk Ketahui Bahaya Anemia pada Ibu Hamil dan Gejala serta Pengatasannya...

Mengapa anemia berbahaya pada Ibu hamil? Anemia dalam kehamilan memberi pengaruh kurang baik bagi ibu, baik dalam kehamilan, persalinan, maupun masa selanjutnya. Masalah saat kehamilan dan persalinan yang dapat timbul akibat anemia adalah : -Keguguran (abortus) -Kelahiran prematur (kelahiran pada usia kehamilan kurang dari 9 bulan) -Berat badan janin kurang -Eklampsia (Hipertensi saat kehamilan) -Persalinan yang lama akibat kelelahan otot rahim di dalam berkontraksi (inersia uteri) -Perdarahan pasca melahirkan karena tidak adanya kontraksi otot rahim (atonia uteri) -Ketuban pecah dini -Kondisi fisik janin lemah (dinyatakan dengan Apgar score) -Gawat janin (janin tidak menerima oksigen cukup sehingga mengalami sesak) -Infeksi baik saat bersalin maupun pasca bersalin -Hipoksia akibat anemia dapat menyebabkan syok dan kematian ibu pada persalinan -Anemia yang berat (Hb <4 dapat="" gr="" menyebabkan="" span="">gagal jantung hingga kematian ibu hamil (Wiknj…

SWAMEDIKASI TERAPI ANTITUSIF, EKSPEKTORAN, DAN MUKOLITIK

Halo kawan, tulisan saya ini bertujuan untuk memberikan informasi swamedikasi dengan pengobatan antitusif, ekspektoran, dan mukolitik. Selamat membaca J

Sebelumnya mungkin akan ada pertanyaan, swamedikasi itu apa sih? Swamedikasi adalah istilah lain dari pengobatan sendiri, yaitu suatuperawatan sendiri oleh masyarakatterhadap penyakit atau gejala yang umumdiderita, dengan menggunakan obat-obatan yang dijual bebas di pasaranatau obat keras yang bisa didapattanpa resep dokter dan diserahkanoleh Apoteker di apotek. Wah maksudnya bagaimana? Oke jadi intinya pengobatan sendiri itu adalah tindakan peerawatan terhadap suatu kondisi atau gejala penyakit yang dilakukan secara mandiri oleh seseorang dengan obat-obat yang dapat diperoleh di apotek tanpa resep dokter. Walaupun dilakukan secara mandiri, kita hendaknya memperoleh informasi yang benar dari tenaga kesehatan untuk melakukan swamedikasi ya kawan. Salah satu tenaga kesehatan terdekat yang bisa kita tanyakan untuk melakukan swamedikasi ada…

BATASAN APOTEKER DALAM SWAMEDIKASI BATUK

Hai kawan, pada tulisan saya sebelumnya tentang swamedikasi terapi pengobatan antitusif, ekspektoran, dan mukolitik untuk pengobatan batuk saya mengatakan untuk jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan Apoteker terlebih dahulu sebelum memutuskan swamedikasi. Mungkin teman-teman bertanya tentang peran Apoteker dalam swamedikasi batuk. Nah, pada tulisan ini saya ulas batasan seorang Apoteker dapat melakukan swamedikasi terhadap pasien dan kapan sebaiknya pasien dirujuk ke dokter. Selamat membaca J

Bagaimana peran Apoteker dalam swamedikasi batuk? Batuk akut karena adanya infeksi saluran pernapasan bagian atas umumnya merupakan gejala yang dapat sembuh dan akan hilang dengan sendirinya (self-limiting). Tetapi terkadang kondisi batuk tidak terkontrol dan mengganggu aktivitas sehingga memerlukan pengobatan untuk dapat menjaga kualitas hidup pasien dengan gejala batuk.  Pada umumnya, pasien dengan gejala batuk ringan yang mengganggu aktivitas akan melakukan pengobatan sendiri terhadap ge…